PERGAULAN REMAJA YANG TIDAK BAIK


·      PERGAULAN BEBAS DIKALANGAN REMAJA

Remaja adalah usia transisi ketika seseorang mulai memasuki masa puber. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.
 Masa remaja adalah masa ketika remaja sedang dalam proses mencari identitas, mencoba sesuatu yang baru dalam dirinya. Remaja cenderung bersikap anti kritik dan membangkang. Itulah sebabnya mengapa remaja dapat dengan mudah masuk ke dalam pergaulan bebas.
Pergaulan bebas adalah pergaulan atas dasar free. Salah satunya adalah free sex atau melakukan hubungan suami istri di luar pernikahan. Selain free sex, remaja cenderung terjerumus pada hal "terlarang" lain, yaitu mengonsumsi minuman memabukkan dan obat-obatan. Banyak faktor pergaulan bebas yang membuat seseorang terjerumus.
Pergaulalan Bebas di masa ini sudah sangat akrab sekali dilingkungan kita. Sebagian Besar yang telah terjerumus didalamnya adalah Remaja,karena Remaja termasuk usia yang sangat gampang terpengaruh. pergaulan bebas berawal dari banyaknya anak yang sering ingin tahu dan mencoba-coba tapi mereka tak pernah memikirkan dampak apa saja yang akan terjadi kemudian hari.
Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.



·       FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGAULAN BEBAS

Faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas ada tiga, yaitu :

1.       Problem komplementer
Penyebab pergaulan bebas karena masuknya budaya luar, melalui tontonan, bacaan, dan internet. Media massa memiliki andil besar dalam pembentukan karakter remaja. Misalnya, tayangan-tayangan film atau sinetron yang bercerita tentang pergaulan metropolitan, mudahnya mendapat VCD atau DVD porno, dan terbukanya akses internet.
Rasa ingin tahu remaja sangat besar terhadap apapun. Awalnya coba-coba, akhirnya kebiasaan.



2.     Keluarga (orang tua)
Faktor yang mempengaruhi remaja memilih pergaulan bebas bisa diakibatkan oleh orang tua atau terjadi konflik di dalam keluarga. Tak sedikit orang tua yang sibuk bekerja dan melupakan waktu bersama anak. Hubungan yang kaku antara orang tua dan anak, membuat anak bertanya-tanya dan tak sedikit di antara mereka mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang dilarang. Orang tua yang tidak pernah memperhatikan,mereka sibuk sendiri dengan aktivitas mereka. Maka dari itu anak selalu merasa Tak dianggap


3.     Faktor lingkungan
Lingkungan adalah tempat individu tinggal dan melakukan aktivitas. Selain keluarga, terdapat lingkungan sekolah, teman dekat, dan lingkungan masyarakat.
1. Kawan
Pergaulan bebas bisa karena terbawa arus pergaulan kawan-kawan dekatnya. Apabila kawan-kawan dekatnya melakukan pergaulan bebas, anak akan melakukan hal serupa karena biasanya anak ingin menjadi bagian dari kawan-kawannya.  terkadang mereka diajak teman-teman untuk mencoba-coba sesuatu yang mungkin belum pernah mereka rasakan.

2. Faktor Masyarakat
Lingkungan akan mempengaruhi anak untuk melakukan hubungan bebas. Lingkungan yang tidak sehat akan mendukung anak untuk melakukan hal-hal yang negatif. Apabila lingkungannya sehat, anak akan malu melakukan hal negatif karena terdapat hukum atau norma yang tidak tertulis di lingkungan tersebut. Maka, terciptalah budaya malu yang penting untuk diterapkan.

Itu semua faktor-faktor yang mempengaruhi adanya pergaulan bebas, yang termasuk pergaulan bebas adalah melakukan hubungan SEX diluar nikah.

·       DAMPAK PERGAULAN BEBAS

Dampak pergaulan bebas tidak hanya berimbas pada si anak. Keluarga serta lingkungan bisa terkena dampaknya. Terlebih, remaja yang melakukan hubungan bebas akan mengalami dampak negatif, di antaranya sebagai berikut.

a.     Hubungan seks bebas bisa mengakibatkan penyakit kelamin yang terkenal dengan HIV AIDS.
b.     Banyak anak yang lahir di luar pernikahan.
c.      Walaupun menikah, tak jarang pernikahannya berhenti atau gagal di tengah jalan.
d.     Kecanduan obat-obatan yang akan mengakibatkan tidak fokus atau pola pikir sempit pada apapun.
e.     Tidak memiliki tujuan yang jelas.
f.       Pengeluaran akan lebih besar untuk hal yang tidak menjanjikan apapun.
g.     Dengan kecanduan, tubuh tidak akan sehat dan bisa mengakibatkan kematian (over dosis).
h.     Hilangnya banyak kesempatan pada masa remaja dan masa depan.


Agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas atau keluar dari pergaulan bebas, yang dibutuhkan adalah peran aktif keluarga (orang tua). Peranan keluarga sangat menentukan. Jangan karena anak sudah bersekolah, maka tanggung jawab dilimpahkan seluruhnya kepada pihak sekolah. Keluarga besar pengaruhnya dalam pembentukan anak.


Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.


Kebanyakan orang yang melakukan hubungan seks diluar nikah pelepasan tanggung jawab kehamilannya adalah dengan cara aborsi.
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;

1.      Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.

2.      Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.


Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).



·       TIPS UNTUK MENGHINDARKAN ANAK DARI PERGAULAN BEBAS

Berikut ini beberapa tips agar anak Anda terhindar dari pergaulan bebas.


a)     Bantu anak untuk memahami bagaimana berkarakter yang baik dan mulia.
b)    Memperkukuh karakter. Apabila ada karakter anak yang baik, dukunglah dan beri motivasi. Hati-hati dalam menggunakan kata, remaja sangat sensitif dan paling anti dilarang. Cenderung apa yang dilarang, itu yang dilakukan.
c)     Buat komunikasi yang terbuka. Posisikan orang tua sebagai kawan bicara yang menyenangkan. Jangan terkesan mendikte. Anak akan ketakutan sebelum berbicara jujur. Komunikasi yang terbuka akan membuat anak nyaman dan orang tua akhirnya tau masalah apa yang sedang dihadapi.
d)    Cari tahu siapa kawan-kawan dekatnya. Jangan coba menjauhkan anak dengan kawan-kawannya secara blak-blakan. Perlu metode untuk menyampaikan keinginan Anda.
e)     Diskusikan masalah seks dan obat terlarang. Tekankan bahaya dan kerugiannya untuk masa depan.
f)      Beri contoh yang baik. Banyak anak yang belajar dari orang tua.
g)     Ajari anak untuk bertanggung jawab.
h)    Bantu anak untuk melihat apakah tindakan atau pikirannya sudah benar.
i)       Cari komunikasi yang tepat untuk anak karena tiap remaja memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Maka, orang tua harus tahu cara komunikasi yang pas untuk bicara.
j)       Beri dukungan bakat atau kesukaannya. Jika perlu, fasilitasi anak.

Penulis : DarkVolution ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel PERGAULAN REMAJA YANG TIDAK BAIK ini dipublish oleh DarkVolution pada hari Senin, 24 Januari 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan PERGAULAN REMAJA YANG TIDAK BAIK
 

0 komentar:

Poskan Komentar